Aku mungkin hanya sebuah rumah
yang penuh dengan kebocoran atap saat hujan
hingga terpilih untuk dirobohkan
Namun itu lebih baik, dari pada...
Sebuah rumah kokoh nan megah
yang tak dapat memberikan perlindungan bagi yang lemah
dibangun dengan dasar keangkuhan
Aku mungkin hanya sumur kering
yang tak dapat memberikan setetes air pun
hingga terpilih untuk ditimbun
Namun itu lebih baik, dari pada...
Sumur bening tapi tak mampu meneteskan air
bagi yang kehausan
Aku mingkin hanya sebatang pohon
tanpa buah dan sedikit daun
Hingga terpilih untuk dirobohkan
Namun itu lebih baik, dari pada...
Sebatang pohon nan rimbun tapi...
tak mampu berikan keteduhan bagi yang membutuhkan.
-26.10.01-
**Temukan arti dalam dirimu, sekecil apapun itu.
Buatlah menjadi sebuah manfaat besar dalam hidupmu,
bagi mu dan untuk sekitarmu**
waktu berputar, hari demi hari berlalu, berjalan, terkadang berhenti, terkadang maju, terkadang mundur. tujuan pun tak terdeskripsi dengan sempurna. langkah yang tak menentu bagai terkunci dalam ruang waktu, berputar arah, berpindah tempat, kembali pada satu titik. sia-sia. ketika cahaya tuntun langkah temukan arah, sedikit senyum hiasi bibir ranum. tak ada lagi keraguan dalam langka, seakan setiap arah adalah tujuan, semua untuk mu, titipan-Nya harta tak ternilai.
malaikat kecil
banyak waktu yang terbunuh, terbuang percuma tak percuma. Terkadang dirimu terabaikan, oh malaikat kecilku. Kini sedikit waktuku kuberikan untukmu, walau ku tau, waktu ini takkan bisa membayar waktu yang telah terbunuh dan terbuang. Maafkan aku wahai malaikat kecil ku. Satu hal yang perlu kau ketahui, aku begitu menyanyangi mu, kini kau telah menjadi inspirasi dalam setiap nafasku, dalam setiap pikiranku, setiap langkah dan gerakku.
Kamis, 21 Februari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar