Derai air mata berjatuhan, mengalir diatas pipi merah
Kadang diri ini bertanya
megapa tercipta sebuah rasa,
yang begitu sulit tertahan dalam dada....?
Sebuah rasa yang begitu menyesakkan...
Rasa rindu yang begitu menyiksa.
Sesungguhnya untuk siapakan rasa ini....?
Harus kuungkapkan pada siapa semua beban dihati.
Bertahan dan bertahan harus dilakukan,
namun hitungan detik pun begitu lama terasa.
Andai saja rasa rindu ini lebih besar untuk-Mu
Tak kan ku tersiksa seperti saat ini......
Andai saja rasa rindu ini hanya kepada-Mu,
akan mudah aku utarakan......
Dan tak kan pula aku menanggung beban seberat ini.......
Maafkan aku Tuhan.........
Bila aku telah salah mengartikan dan
manfaatkan anugerah Mu ini.
waktu berputar, hari demi hari berlalu, berjalan, terkadang berhenti, terkadang maju, terkadang mundur. tujuan pun tak terdeskripsi dengan sempurna. langkah yang tak menentu bagai terkunci dalam ruang waktu, berputar arah, berpindah tempat, kembali pada satu titik. sia-sia. ketika cahaya tuntun langkah temukan arah, sedikit senyum hiasi bibir ranum. tak ada lagi keraguan dalam langka, seakan setiap arah adalah tujuan, semua untuk mu, titipan-Nya harta tak ternilai.
malaikat kecil
banyak waktu yang terbunuh, terbuang percuma tak percuma. Terkadang dirimu terabaikan, oh malaikat kecilku. Kini sedikit waktuku kuberikan untukmu, walau ku tau, waktu ini takkan bisa membayar waktu yang telah terbunuh dan terbuang. Maafkan aku wahai malaikat kecil ku. Satu hal yang perlu kau ketahui, aku begitu menyanyangi mu, kini kau telah menjadi inspirasi dalam setiap nafasku, dalam setiap pikiranku, setiap langkah dan gerakku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar