Menurutku......
"terbukti sudah, tak mudah mengangkat cerita sebuah novel kedalam sebuah layar lebar".
Film AAC yang banyak ditunggu orangitu, menurut ku, tak membuat takjub. Tak sebagus yang kubayangkan. Cukup mengecewakan sih, tapi ya itu, tak mudah memang.....walaupun sudah ditangani oleh orang yang berpengalaman dan ternama. Dan lebih enak membaca novelnya, novelnya itu bagus banget, bahasa yang digunakan sederhana namun memikat, novelnya lebih informatif, lebih ada gejolak, lebih hidup, lebih dapat menggodok isi perut dan isi kepala. Sayang sekali, kalo memang sudah berani mengangkat sebuah novel yang ternama dan mempunyai predikat, prestasi dan berkualitas, mengapa tidak menuangkannya secara keseluruhan, secara optimal. mengapa harus sedikit lari dari karya yang sesungguhnya.
kalau mau lari dari karya yang sebenarnya, yah sebaiknya membuat karya baru saja. Filmnya juga kurang menyentuh hati, sementara novelnya sangat menyentuh. Filmnya juga ga membuat sipenonton merinding, sementara kalau baca novelnya, rasanya ada perasaan yang berbeda. Dan film itu juga ga ada tidik-tidak yang membuat sedih, sememntara kalau baca novelnya ada bagian-bagian yang dapat meneteskan air mata pembaca.
Yach intinya cukup mengecewakan, tapi ada satu hikmah yang dapat diambil dari film itu, yaitu, penonton akan jadi penasaran akan cerita yang sebenarnya dan sedetailnya, maka sipenonton akan jadi sipembaca..........
selamat menikmati......
waktu berputar, hari demi hari berlalu, berjalan, terkadang berhenti, terkadang maju, terkadang mundur. tujuan pun tak terdeskripsi dengan sempurna. langkah yang tak menentu bagai terkunci dalam ruang waktu, berputar arah, berpindah tempat, kembali pada satu titik. sia-sia. ketika cahaya tuntun langkah temukan arah, sedikit senyum hiasi bibir ranum. tak ada lagi keraguan dalam langka, seakan setiap arah adalah tujuan, semua untuk mu, titipan-Nya harta tak ternilai.
malaikat kecil
banyak waktu yang terbunuh, terbuang percuma tak percuma. Terkadang dirimu terabaikan, oh malaikat kecilku. Kini sedikit waktuku kuberikan untukmu, walau ku tau, waktu ini takkan bisa membayar waktu yang telah terbunuh dan terbuang. Maafkan aku wahai malaikat kecil ku. Satu hal yang perlu kau ketahui, aku begitu menyanyangi mu, kini kau telah menjadi inspirasi dalam setiap nafasku, dalam setiap pikiranku, setiap langkah dan gerakku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar