dik, kau lapar yah ?
sejak kapan tidak makan ?
kenapa kau diam dik ?
kau sudah tak sanggup bicara yah ?
ku lihat kau terkulai lemas.
mana hasil ngamen mu dik ?
kau diam seribu bahasa dik,
hanya satu yang kau jawab
"uang ngamen kusetor mba ?
kurogo saku belakangku, selembar kuambil
dik, kau pergi makan setidaknya cukup untuk malam ini.
dasar gila dik,
tadi aku makan dengan menu yang berlimpah
gratis pula
tapi kau tahu dik, dengan apa aku harus membayar ?
hanya dengan duduk diam dan,
mendengar ocehan-ocehan penuh kebohongan.
-Bogor, 16.05.08-
waktu berputar, hari demi hari berlalu, berjalan, terkadang berhenti, terkadang maju, terkadang mundur. tujuan pun tak terdeskripsi dengan sempurna. langkah yang tak menentu bagai terkunci dalam ruang waktu, berputar arah, berpindah tempat, kembali pada satu titik. sia-sia. ketika cahaya tuntun langkah temukan arah, sedikit senyum hiasi bibir ranum. tak ada lagi keraguan dalam langka, seakan setiap arah adalah tujuan, semua untuk mu, titipan-Nya harta tak ternilai.
malaikat kecil
banyak waktu yang terbunuh, terbuang percuma tak percuma. Terkadang dirimu terabaikan, oh malaikat kecilku. Kini sedikit waktuku kuberikan untukmu, walau ku tau, waktu ini takkan bisa membayar waktu yang telah terbunuh dan terbuang. Maafkan aku wahai malaikat kecil ku. Satu hal yang perlu kau ketahui, aku begitu menyanyangi mu, kini kau telah menjadi inspirasi dalam setiap nafasku, dalam setiap pikiranku, setiap langkah dan gerakku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar