Seandainya kau dapat bicara
mungkin kau akan katakan
jangan pergi ibu
Seandainya kau dapat bicara
mungkin kau akan katakan
temani aku ibu
aku rindu ibu
tangismu memecah cerahnya pagi
mengejutkan burung-burung yang bernyanyi
saat aku harus melangkah pergi
menjalani hari yang terbiasa
Tangismu adalah melodi penyayat hati,
menoreh luka teteskan darah
sakit, sakit yang tiada tanding
andai aku bisa merubah hari yang terbiasa
andai aku miliki obat dari luka yang menyayat
andai aku dapat hentikan tangismu disetiap pagi
andai, andai aku bisa memutar
waktu memiliki aku menjadi
aku memiliki waktu
andai.....
maafkan ibu nak
saat ini ibu hanya dapat berandai-andai
namun kulakukan semua untuk mu.
jalan terbiasa - 02.0608
waktu berputar, hari demi hari berlalu, berjalan, terkadang berhenti, terkadang maju, terkadang mundur. tujuan pun tak terdeskripsi dengan sempurna. langkah yang tak menentu bagai terkunci dalam ruang waktu, berputar arah, berpindah tempat, kembali pada satu titik. sia-sia. ketika cahaya tuntun langkah temukan arah, sedikit senyum hiasi bibir ranum. tak ada lagi keraguan dalam langka, seakan setiap arah adalah tujuan, semua untuk mu, titipan-Nya harta tak ternilai.
malaikat kecil
banyak waktu yang terbunuh, terbuang percuma tak percuma. Terkadang dirimu terabaikan, oh malaikat kecilku. Kini sedikit waktuku kuberikan untukmu, walau ku tau, waktu ini takkan bisa membayar waktu yang telah terbunuh dan terbuang. Maafkan aku wahai malaikat kecil ku. Satu hal yang perlu kau ketahui, aku begitu menyanyangi mu, kini kau telah menjadi inspirasi dalam setiap nafasku, dalam setiap pikiranku, setiap langkah dan gerakku.
Rabu, 18 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar