Malam menjelang pagi,
butiran air bergulir bening,
berjatuhan dari kedua mata indah,
sambil menengadah kelangit-langit berwarna putih.
Detak jantung yang berirama tenang
menuntun bibir manis menari-nari bebas
panjatkan doa pada Tuhan,
ucap syukur atas segala rahmat dan karunia-Nya
Dalam remang malam menjelang pagi
tatapan terpaku pada dua malaikat kecil
dan seorang arjuna,
yang selalu bertahtah dihati yang luas,
lebih luas dari samudra
Malam menjelang pagi,
sesaat tiba bertambahnya usia
entah hingga kapan kumampu bertahan
menjagadan mengarungi jalan kehidupan
bersama dua malaikat kecil dan arjuna
Seketika tubuh menggigil terasa dingin,
ketakutan yang mendalam,
muncul, mengalir, menjalar keseluruh tubuh
Tuhan, berikanlah kesempatan dan waktu yang panjang
untukku menjaga mereka.
waktu berputar, hari demi hari berlalu, berjalan, terkadang berhenti, terkadang maju, terkadang mundur. tujuan pun tak terdeskripsi dengan sempurna. langkah yang tak menentu bagai terkunci dalam ruang waktu, berputar arah, berpindah tempat, kembali pada satu titik. sia-sia. ketika cahaya tuntun langkah temukan arah, sedikit senyum hiasi bibir ranum. tak ada lagi keraguan dalam langka, seakan setiap arah adalah tujuan, semua untuk mu, titipan-Nya harta tak ternilai.
malaikat kecil
banyak waktu yang terbunuh, terbuang percuma tak percuma. Terkadang dirimu terabaikan, oh malaikat kecilku. Kini sedikit waktuku kuberikan untukmu, walau ku tau, waktu ini takkan bisa membayar waktu yang telah terbunuh dan terbuang. Maafkan aku wahai malaikat kecil ku. Satu hal yang perlu kau ketahui, aku begitu menyanyangi mu, kini kau telah menjadi inspirasi dalam setiap nafasku, dalam setiap pikiranku, setiap langkah dan gerakku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar