Dikesendirian, kuterjaga dalam lamunan.
Tatapan kosong menembus cakrawala malam.
Mencoba menghapus bayangan yang tampak bias namun jelas.
Mencoba menahan aliran air yang ingin sekali menyentu pipi.
Menghalau luapan suara yang ingin tertumpah dari bibir ranum.
Yang tak tertahan hanyalah helaan nafas berat.
Mungkin malam telah memelukmu dalam dekapan yg hangat,
hembuskan semilir angin yg sejuk,
baringkan tubuh diatas peraduan,
dengan jamuan mimpi nan indah untukmu.
Kasih........
jikalau malam telah manjakanmu,
Aku cukup bahagia untuk itu,
bahagia diantara serpian asa yang tak berujung.
(Taxi pasar rebo - cengkareng / 22.25 WIB - 18-12-2010)
waktu berputar, hari demi hari berlalu, berjalan, terkadang berhenti, terkadang maju, terkadang mundur. tujuan pun tak terdeskripsi dengan sempurna. langkah yang tak menentu bagai terkunci dalam ruang waktu, berputar arah, berpindah tempat, kembali pada satu titik. sia-sia. ketika cahaya tuntun langkah temukan arah, sedikit senyum hiasi bibir ranum. tak ada lagi keraguan dalam langka, seakan setiap arah adalah tujuan, semua untuk mu, titipan-Nya harta tak ternilai.
malaikat kecil
banyak waktu yang terbunuh, terbuang percuma tak percuma. Terkadang dirimu terabaikan, oh malaikat kecilku. Kini sedikit waktuku kuberikan untukmu, walau ku tau, waktu ini takkan bisa membayar waktu yang telah terbunuh dan terbuang. Maafkan aku wahai malaikat kecil ku. Satu hal yang perlu kau ketahui, aku begitu menyanyangi mu, kini kau telah menjadi inspirasi dalam setiap nafasku, dalam setiap pikiranku, setiap langkah dan gerakku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar